Senin, 22 Juni 2009

BERUBAH

Kubur semua kenanganmu.
Dan jangan sisakan satupun untuk terlihat oleh mataku.

Lenyapkan adat burukmu.
Dan bukanlah menggantinya dengan cara yang lain.

Kepakan sayap barumu untuk terbang bersamaku.

Tetap terjaga denganku tanpa hiraukan dunia gemilaumu.

Tunjukan pada dunia kau mengerti akanku.
Dengan tidak membusungkan dadamu ke setiap mata yang memandangmu.

Apa itu PERUBAHAN?

BERUBAH tak sama dengan BERBEDA . . .

Jika BERUBAH ingin menunjukan pada dunia itikad baik dalam diri
namun BERBEDA hanya menutup diri pada sesuatu namun memancarkannya kembali dengan cara yang lain.

BERUBAH butuh keikhlasan dari hati.
Tapi BERBEDA hanyalah butuh kebohongan akan ikhlas itu.

BETE

StresS . . .
aQ StresS . . .

Pusing . . .
aQ Pusing . . .

GiLa . . .
aQ GiLa . . .

Rasana aQ ingin Lekas minggat dari masaLah2ku.

Pingin ku maki mereka semua sambil berkata
'fuck'

Persetan dengan norma atau adat

Prikitiuw . . .

Bodo' amat dengan kesopanan


GUE CUMA MAU KEBEBASAN

hanya seSaat saja

Tanpa aturan

Tak harus di introgasi

Jauh dari kebohongan orang2

dan terbang bebas seperti burung

Minggu, 21 Juni 2009

HAPPY BIRTHDAY

HaPpy Birthday my CoUntry . . .

WaLau kau begitu banyak di caci maki orang.
Meski tanahmu teLah trNodai tangan2 kotor yg tak brTanggung jwb.
Tapi . . .
Aku tetap bangga padamu.

I LoVe U so much.

TeTap brJaya Jakarta Q . . .

Minggu, 14 Juni 2009

Dia yang begitu menyayangi Ku . . .

Dia yang selama ini ku pandang sebelah mata.
Dia yang selalu ku caci maki.
Dia yang ku sia-siakan.

Ternyata begitu bodohnya aku.
Tak pernah bisa menerima kehadirannya.
Begitu butanya aku.
Hingga tak bisa melihat rasa sayang yang ia berika.
Bahkan sekejap aku menjadi malu.
Karena ternyata kesabarannya melebihi batu besar yang terkikis oleh setetes air.
Kesabarannya begitu menyejukan aku.

Saat aku benar-benar down . . .
Dia lah satu-satu kekasih yang selalu menyamangati aku.
Dia membuat aku lupa akan kesedihanku.
Bahkan dia memberiku kebahagiaan selama ini.

Saat cacat diri ku terlihat oleh mata.
Ia seolah menjadi buta.
Ia tak pernah risaukan cacatku.
Justru ia menganggap cacatku menjadi sebuah kelebihanku.

Sungguh . . .
Beruntungnya aku.
Menjadi wanita terindahnya.
Memiliki lelaki sebaik dia.
Dan juga menduduki istana hatinya.

Terima kasih RAMA.